Menguji Resistor

RESISTOR PENGUKURAN RESISTOR: Mengukur dan menguji resistor pada kebanyakan orang mungkin sudah pada tahu, tetapi tidak ada salahnya kalau akan saya jelaskan, siapa tahu ada orang yang masih belum jelas. 1. Sebelum melakukan pengukuran resistor, terlebih dahulu melakukan kalibrasi. a. Putar saklar jangkauan ukur pada posisi Rx1 b. Hubungkan kedua ujung prober (+) dan (-). c. Jika jarum penunjuk bergerak ke kanan berarti multimeter dalam keadaan baik. d. Atur jarum penunjuk skala sampai tepat pada angka nol Ohm dengan cara memutar tombol pengatur posisi jarum. 2. Setelah melakukan kalibrasi, tempelkan masing-masing probe pada masing-masing kedua ujung resistor yang akan diukur. 3. Amati geraknya jarum penunjuk skala berhenti pada angka berapa dan pada skala berapa. 4. Apabila papan skala masih sulit terbaca maka atur saklar pemilih skala sampai mudah terbaca. Sebagai contoh : 1. Bila jarum penunjuk menunjuk angka 100 pada posisi Rx1 berarti hasil pengukuran adalah 100Ω, karena 100 x 1 = 100. 2. Bila jarum penunjuk menunjuk angka 100 pada posisi Rx10 berati hasil pengukuran adalah 1KΩ, karena 100 x 10 = 1000. Kode Warna Resistor:
»»  READMORE...

Menguji transistor

Transistor ekivalen dengan dua buah dioda yang digabung, sehingga prinsip pengujian dioda diterapkan pada pengujian transistor. Untuk transistor jenis NPN, pengujian dengan jangkah pada x100, penyidik hitam ditempel pada Basis dan merah pada Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan. Bila penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum harus ke kanan lagi.


Kemudian penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus tidak menyimpang dan bila penyidik hitam dipindah ke Emitor jarum juga harus tidak menyimpang.
Selanjutnya dengan jangkah pada 1 k penyidik hitam ditempel pada kolektor dan merah, pada emitor, jarum harus sedikit menyimpang ke kanan dan bila dibalik jarum harus tidak menyimpang. Bila salah satu peristiwa tersebut tidak terjadi, maka kemungkinan transistor rusak.
Untuk transitor jenis PNP, pengujian dilakukan dengan penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus meyimpang ke kanan. Demikian pula bila penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum arus menyimpang ke kanan lagi. Selanjutnya analog dengan pangujian NPN.




Kita dapat menggunakan cara tersebut untuk mengetahui mana Basis, mana Kolektor dan mana Emitor suatu transistor dan juga apakah jenis transistor PNP atau NPN. Beberapa jenis multimeter dilengkapi pula fasilitas pengukur hFE, ialah salah parameter penting suatu transistor.
Dengan circuit seperti pada gambar, dapat diperkirakan bahan transistor. Pengujian cukup dilakukan antara Basis dan Emitor, bila voltage 0.2 V germanium dan bila 0.6 V maka kemungkinan silicon.
»»  READMORE...

menguji dioda

Dengan jangkah OHM x1 k atau x100 penyidik merah ditempel pada katoda (ada tanda gelang) dan hitam pada anoda, jarum harus ke kanan. Penyidik dibalik ialah merah ke anoda dan hitam ke katoda, jarum harus tidak bergerak. Bila tidak demikian berarti kemungkinan diode rusak.
Cara demikian juga dapat digunakan untuk mengetahui mana anoda dan mana katoda dari suatu diode yang gelangnya terhapus.


Dengan jangkah VDC, bahan suatu dioda dapat juga diperkirakan dengan circuit pada gambar 10. Bila tegangan katoda anoda 0.2 V, maka kemungkinan dioda germanium, dan bila 0.6V kemungkinan dioda silicon.
»»  READMORE...

Keselamatan kerja dalam merakit jaringan

dalam memasang sebuah jaringan dibutuhkan ketelitian dan kesabaran.
memasang jaringan tersebut bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah,adapun bahaya dalam memasang jaringan tersebut diantranya:terjatuh,kabel yang salah,maupun kesalahan lainnya,maka dari itu disarankan kita memahami mengenai keselamtan kerja dalam memasang jaringan tersebut.
adapun langkah-langkahnya diantaranya:

sebelum itu,kita membutuhkan alat-alat sebagai berikut:
-kabel lan -sarung tangan
-tang -alat bantu keselamatan(jika memasang kabel diketinggian)
-tang lan

by step:

Memasang jaringan internet menggunakan Kabel merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah. Perlu Niat, keberanian untuk gagal juga rela berkorban waktu&tenaga.
Sebelum kemasalah inti, kita perlu tau jaringan itu ada berapa jenis dan apa aja jenisnya. Yang Saya tau, Jaringan Internet itu ada 2 macam, ada yang menggunakan Kabel (Plug and Play) dan ada yang menggunakan Sinyal (Wireless).

Kali ini Saya coba membagi pengalaman memasang jaringan Internet menggunakan kabel. Pertama-tama anda harus berlangganan ISP terlebih dahulu, jika anda pengguna Provider Fastnet (bukan promosi, sebagai contoh saja), maka anda bisa mencoba tips ini :

Provider fastnet menyediakan jasa langganan dengan berbagai tingkat kecepata, mulai dari 512, 768,1500 Kbps – 10.000Kbps. Jika anda berlangganan minimal kecepatan 768 Kbps maka Modem (motorolla)

modem,router,switch (dari kiri kekanan)

dipinjamkan dari sana dan langsung disetting IP Addressnya oleh teknisinya. Dan Langsung Connect (terhubung) oleh 1 komputer.

Kembali kemasalah inti, Beberapa hari kemudian Saya dan teman Saya mencoba untuk menghubungkan ke computer yang lain dirumah Saya. Alat yang dibutuhkan adalah; Router 4 port (LinkSys), Kabel UTP (panjang disesuaikan), Konector, Kripping, Tester LAN



Langkah pertama adalah menyambung Kabel UTP ke konektor, yaitu dengan metode Straight. Saya minta bantuan sipenjualnya untuk membuat urutannya (biar ga lama^^). Adapun urutan kabelnya :

OP-O-HP-B-P-H-CP-C
O = Orange ; P = Putih ; B = Biru ; H = Hijau ; C = Coklat.

Kedua ujung kabel disambungkan ke konektor dengan cara yang sama persis. Pemasangan kabel ke konektor ini dilakukan dengan bantuan Tang Khusus (Kripping) untuk pemasangan kabel LAN. Lalu dicoba dengan menggunakan alat Tester khusus untuk Kabel LAN. Gunanya sudah terpasang dengan baik atau belum. Oiya kalau mau pasang sendiri dan tidak punya alat tester bisa dipasang manual juga kok. Oiya setau Saya hati-hati dalam memasang kabel kekonektor, karena ada kemungkinan bahwa pada saat pemasangan konektor tidak semua kabel terhubung pada posisi yang benar.

Lalu setelah kabel dan konektor sudah terpasang barulah Kami (saya dan teman Saya), menghubungkan antara Modem Eksternal dengan Router, router ke PC client. Disinilah bagian yang lumayan ribet, tapi namanya belajar, yang penting nyoba dulu, berani gagal, bisa enggak bisa ya harus bisa^^.

Pertama Kami coba setting di router sesuai guidance-nya, hanya saja gunakan IP group yang BERBEDA dengan group IP dari modem, dan setting auto DNS menggunakan IP group yang baru. Yang dimaksud dengan berbeda adalah, kalau di modem pakai group IP lokal 192.168.100.XXX misalnya, ya untuk IP group LAN akan digunakan 192.168.101.XXX., dan untuk layanan wireless set di sub-grup 192.168.101.1xx. Alhamdulillah langsung terhubung (connect). Jangan lupa DHCP service di router harus on. Begitulah kurang lebihnya, karena teman Saya yang lebih banyak andil.
Cara melakukan setting di komputer untuk akses ke modem Articonet.
Untuk setting di komputer dilakukan sesuai dengan operating system yang dipakai di komputer pelanggan, disini yang dibahas khusus untuk Windows XP.
Lakukan network setting di PC (komputer) sbb :
a. Start – Control Panel – Network Connection
b. arahkan kursor pada Local Area Connection yang aktif, kemudian klik kanan dan pilih properties
c. kemudian pilih menu Internet Protocol (TCP/IP) dan klik 2X, maka akan muncul menu General.
d. Pilih Obtain an IP Address Automatically kemudian pilih Obtain DNS server address automatically, kemudian tekan tombol OK.
Panduan cara setting modem ADSL Speedy koneksi PPPoE.(PPPoE)
Setting modem dilakukan melalui browser dengan mengakses alamat http://192.168.1.1
Masukkan username dan password : admin/admin
Setelah masuk ke menu setting lakukan langkah berikut :
Masuk ke menu "Advanced Setup" kemudian pilih "WAN" dan klik tombol "Edit" disebelah kanan tabel WAN<> Masukkan nilai PVC Configuration : (masukkan nilainya sesuai wilayah TELKOM masing-masing daerah)
VPI = X
VCI = XX
Service Category = UBR Without PCR, kemudian klik tombol Next
Connection type = PPPoE
Encapsulation = LLC, kemudian klik tombol Next
Masukkan username dan password Speedy, kemudian klik tombol Next
Tandai atau kasih v untuk pilihan "Enable WAN Service", kemudian klik Next dan klik tombol Save
Setting PPPoE untuk koneksi Speedy telah selesai dilakukan
Selanjutnya klik tombol Save/Reboot
(Modem akan reboot -/+1 menit dan tunggu sampai modem normal kembali)
Berikut langkah setting modem ADSL Articonet untuk Dial-Up/Bridge.
Setting modem dilakukan melalui browser dengan mengakses alamat http://192.168.1.1
Masukkan username dan password : admin/admin
Setelah masuk ke menu setting lakukan langkah berikut :
Masuk ke menu "Advanced Setup" kemudian pilih "WAN" dan klik tombol "Edit"<> Masukkan nilai PVC Configuration : (masukkan nilainya sesuai wilayah TELKOM masing-masing daerah)
VPI = X
VCI = XX
Service Category = UBR Without PCR, kemudian klik tombol Next
Connection type = Bridging
Encapsulation = LLC, kemudian klik tombol Next
Tandai atau kasih v untuk pilihan "Enable Bridge Service", kemudian klik Next dan klik tombol Save
Setting Bridge untuk koneksi Speedy telah selesai dilakukan
Selanjutnya klik tombol Save/Reboot
(Modem akan reboot -/+1 menit dan tunggu sampai modem normal kembali)
Setting modem Articonet untuk koneksi Bridging sudah selesai, langkah berikutnya setting koneksi Dial-Up di PC/komputer.
Panduan instalasi Dial Up koneksi ADSL menggunakan Windows 2000:
1. Klik Start, klik Setting,klik Control Panel,
2. Klik Network and Dial Up Connections.
3. Klik Make New Connection, klik Next,
4. Klik Dial Up to the Internet
5. Klik I want to setup my internet manually, klik Next
6. Klik I connect through a phone line and a modem klik Next
7. Pilih dan klik modem ADSL yang sesuai
8. Isi username : 15xxxxxxxxxx@telkom.net
9. Password : xxxxxxxx
10. Klik OK dan Lanjutkan sesuai perintah yang muncul
11. Klik Finish
Panduan installasi Dial Up koneksi ADSL menggunakan Windows Xp:
1. Klik Start, Control Panel, Network Connections.
2. Klik New Connection Wizard.
3. Klik Connect to the Internet, klik Next.
4. Klik Setup my connection manually, klik Next
5. Klik Connect using a broadband connection that requires a user name and password, klik Next.
6. Isi ISP Name "TelkomSpeedy", klik Next
7. Isi username : 15xxxxxxxxxx@telkom.net dan Password : *******
8. Confirm password : xxxxxxxx
9. Kemudian beri tanda v(centang) pada pilihan “Add a shortcut to the desktop screen”
10. Klik Finish

maka berhatilah dalam melakukan suatu hal.semoga bermanfaat !
»»  READMORE...

Penggunaan Multimeter






Mengukur Kapasitor / Kondensator Elco Menggunakan Multimeter
Sebenarnya tujuan daripada pengukuran kapasitor / kondensator elektrolit atau Elco adalah untuk mengetahui keadaan daripada kapasitor / kondensator itu apakah bocor atau rusak atau masih baik. Dan nilai kapasitor/ kondensator elektrolit atau Elco bisa kita baca pada badannya. Selanjutnya langkah-langkah pengujian kapasitor / kondensator elektrolit atau Elco ini adalah sebagai berikut :
1. Pertama-tama putarlah saklar multimeter pada posisi R (R x 1) atau sesuai dengan yang kita kehendaki.
2 Multimeter boleh distel pada nol Ohm atau tidak.
3. Kabel yang hitam ditempelkan pada kaki (+) dan kabel yang merah ditempelkan pada kaki (-) kapasitor / kondensator elektrolit atau Elco.
4. Kemudian selanjutnya perhatikanlah gerakan jarum multimeter pada skala :
- Bila jarum multimeter itu bergerak ke kanan dan kembali ke kiri (seperti semula) berarti kapasitor / kondensator baik
- Bila jarum multimeter itu bergerak ke kanan dan kembali ke kiri tetapi tidak penuh berarti kapasitor / kondensator itu setengah rusak atau aus
- Bila jarum multimeter itu bergerak ke kanan dan berhenti maka kapasitor / kondensator itu bocor
- Bila jarum itu tidak bergerak sama sekali maka berarti kapasitor / kondensator itu sudah putus sama sekali

Avo Meter Analog dan Digital
Avo meter atau multimeter sering digunakan oleh para teknisi..berikut deinisi yang mungkin akan membantu kalian yang sedang mencari referensi buat makalah..sebenarnya ini pengalamanku waktu cari-cari bahan buat tugas untuk dipresentasikan :

langsung saja alat ukur yang akan saya bahas pertama adalah AVO meter yaitu singkatan dari AMPERE, VOLT, DAN OHM METER
1. AVO meter analog
Multimeter sering disebut AVOmeter atau multitester, ada
dua jenis AVO meter yaitu Analog dan Digital. Alat ini biasa
dipakai untuk mengukur harga resistansi (tahanan), tegangan
AC (Alternating Current), tegangan DC (Direct Current), dan
arus DC. Bagian-bagian multimeter analog seperti ditunjukkan
gambar di bawah ini:


Dari gambar multimeter dapat dijelaskan bagian-bagian dan
fungsinya :
(1) Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk (Zero
Adjust Screw), berfungsi untuk mengatur kedudukan
jarum penunjuk dengan cara memutar sekrupnya ke
kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng pipih
kecil.
(2) Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero
(Zero Ohm Adjust Knob), berfungsi untuk mengatur
jarum penunjuk pada posisi nol. Caranya : saklar
pemilih diputar pada posisi W (Ohm), test lead + (merah
dihubungkan ke test lead – (hitam), kemudian tombol
pengatur kedudukan 0 W diputar ke kiri atau ke kanan
sehingga menunjuk pada kedudukan 0 W.
(3) Saklar pemilih (Range Selector Switch), berfungsi untuk
memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya.Multimeter biasanya terdiri dari empat posisi
pengukuran, yaitu :
(4) Posisi W (Ohm) berarti multimeter berfungsi sebagai
ohmmeter, yang terdiri dari tiga batas ukur : x 1; x 10;
dan K W
(5) Posisi ACV (Volt AC) berarti multimeter berfungsi
sebagai voltmeter AC yang terdiri dari lima batas ukur :10; 50; 250; 500; dan 1000.
(6) Posisi DCV (Volt DC) berarti multimeter berfungsi
sebagai voltmeter DC yang terdiri dari lima batas ukur :
10; 50; 250; 500; dan 1000.
(7) Posisi DCmA (miliampere DC) berarti multimeter
berfungsi sebagai mili amperemeter DC yang terdiri dari
tiga batas ukur : 0,25; 25; dan 500.
(8) Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe
multimeter yang satu dengan yang lain batas ukurannya
belum tentu sama.
(9) Lubang kutub + (V A W Terminal), berfungsi sebagai
tempat masuknya test lead kutub + yang berwarna
merah.
(10) Lubang kutub – (Common Terminal), berfungsi
sebagai tempat masuknya test lead kutub - yang
berwarna hitam.
(11) Saklar pemilih polaritas (Polarity Selector Switch),
berfungsi untuk memilih polaritas DC atau AC.
(12) Kotak meter (Meter Cover), berfungsi sebagai tempat
komponen-komponen multimeter.
(13) Jarum penunjuk meter (Knife –edge Pointer), berfungsi
sebagai penunjuk besaran yang diukur.
(14) Skala (Scale), berfungsi sebagai skala pembacaan
meter.
Adapun cara pemakaian multimeter adalah pertama-tama
jarum penunjuk meter diperiksa apakah sudah tepat pada
angka 0 pada skala DCmA , DCV atau ACV posisi jarum nol di
bagian kiri , dan untuk skala ohmmeter
posisi jarum nol di bagian kanan . Jika
belum tepat harus diatur dengan memutar sekrup pengatur
kedudukan jarum penunjuk meter ke kiri atau ke kanan
dengan menggunakan obeng pipih (-) kecil.
• Multimeter digunakan untuk mengukur resistansi
Untuk mengukur resistansi suatu resistor, posisi saklar
pemilih multimeter diatur pada kedudukan W dengan batas
ukur x 1. Test lead merah dan test lead hitam saling
dihubungkan dengan tangan kiri, kemudian tangan kanan
mengatur tombol pengatur kedudukan jarum pada posisi
nol pada skala W. Jika jarum penunjuk meter tidak dapat
diatur pada posisi nol, berarti baterainya sudah lemah dan
harus diganti dengan baterai yang baru. Langkah
selanjutnya kedua ujung test lead dihubungkan pada ujungujung
resistor yang akan diukur resistansinya. Cara
membaca penunjukan jarum meter sedemikian rupa
sehingga mata kita tegak lurus dengan jarum meter dan
tidak terlihat garis bayangan jarum meter. Supaya ketelitian
tinggi kedudukan jarum penunjuk meter berada pada
bagian tengah daerah tahanan. Jika jarum penunjuk meter
berada pada bagian kiri (mendekati maksimum), maka
batas ukurnya di ubah dengan memutar saklar pemilih pada
posisi x 10. Selanjutnya dilakukan lagi pengaturan jarum
penunjuk meter pada kedudukan nol, kemudian dilakukan
lagi pengukuran terhadap resistor tersebut dan hasil
pengukurannya adalah penunjukan jarum meter dikalikan
10 W. Apabila dengan batas ukur x 10 jarum penunjuk
meter masih berada di bagian kiri daerah tahanan, maka
batas ukurnya diubah lagi menjadi K W dan dilakukan proses
yang sama seperti waktu mengganti batas ukur x 10.
Pembacaan hasilnya pada skala KW, yaitu angka penunjukan
jarum meter dikalikan dengan 1 K W.
• Multimeter digunakan untuk mengukur tegangan DC
Untuk mengukur tegangan DC (misal dari baterai atau
power supply DC), saklar pemilih multimeter diatur pada
kedudukan DCV dengan batas ukur yang lebih besar dari
tegangan yang akan diukur. Test lead merah pada kutub
(+) multimeter dihubungkan ke kutub positip sumber
tegangan DC yang akan diukur, dan test lead hitam pada
kutub (-) multimeter dihubungkan ke kutub negatip (-) dari
sumber tegangan yang akan diukur. Hubungan semacam ini
disebut hubungan paralel. Untuk mendapatkan ketelitian
yang paling tinggi, usahakan jarum penunjuk meter berada
pada kedudukan paling maksimum, caranya dengan
memperkecil batas ukurnya secara bertahap dari 1000 V ke
500 V; 250 V dan seterusnya. Dalam hal ini yang perlu
diperhatikan adalah bila jarum sudah didapatkan
kedudukan maksimal jangan sampai batas ukurnya
diperkecil lagi, karena dapat merusakkan multimeter.
• Multimeter digunakan untuk mengukur tegangan AC
Untuk mengukur tegangan AC dari suatu sumber listrik AC,
saklar pemilih multimeter diputar pada kedudukan ACV
dengan batas ukur yang paling besar misal 1000 V. Kedua
test lead multimeter dihubungkan ke kedua kutub sumber
listrik AC tanpa memandang kutub positif atau negatif.
Selanjutnya caranya sama dengan cara mengukur tegangan
DC di atas.
• Multimeter digunakan untuk mengukur arus DC
Untuk mengukur arus DC dari suatu sumber arus DC, saklar
pemilih pada multimeter diputar ke posisi DCmA dengan
batas ukur 500 mA. Kedua test lead multimeter
dihubungkan secara seri pada rangkaian sumber DC
(perhatikan Gambar di bawah)

Gambar. Multimeter untuk Mengukur Arus DC
Ketelitian paling tinggi akan didapatkan bila jarum penunjuk
multimeter pada kedudukan maksimum. Untuk
mendapatkan kedudukan maksimum, saklar pilih diputar
setahap demi setahap untuk mengubah batas ukurnya dari
500 mA; 250 mA; dan 0, 25 mA. Yang perlu diperhatikan
adalah bila jarum sudah didapatkan kedudukan maksimal
jangan sampai batas ukurnya diperkecil lagi, karena dapat
merusakkan multimeter.
»»  READMORE...